
Pesawaran – Pemerintah Desa Hanura, Kecamatan Teluk Pandan, Kabupaten Pesawaran, bersama tim akademisi dari perguruan tinggi melaksanakan kegiatan pendampingan rebitalisasi rumah panggung tahan bencana pada Selasa, 23 September 2025. Program ini bertujuan meningkatkan ketahanan bangunan rumah warga terhadap potensi banjir dan gempa yang sering melanda wilayah pesisir.
Kegiatan pendampingan tersebut dihadiri oleh Dr. Ir. Citra Persada, M.Se selaku ketua tim, serta anggota tim yang terdiri dari Ir. Ika Kustiani, S.T., M.Eng.Sc., Ph.D., IPM., Ayu Komalasari Dewi, S.T., M.Ars., dan Suci Lestari, S.T., M.Ars. Selain itu, turut hadir Lielianie Pratiwi Ruslie selaku mahasiswa, Kepala Desa Hanura beserta perangkat pemerintah desa.
Kepala Desa Hanura, Rio Remota, S.P., menyampaikan apresiasi atas perhatian dan pendampingan yang diberikan oleh tim akademisi terhadap masyarakat desa. “Kami sangat berterima kasih atas kerja sama ini. Rebitalisasi rumah panggung bukan hanya memperindah tampilan, tetapi juga memperkuat kesiapsiagaan masyarakat terhadap bencana,” ujarnya.
Ketua tim, Dr. Citra Persada, menjelaskan bahwa konsep rumah panggung merupakan bentuk kearifan lokal yang memiliki nilai adaptif tinggi terhadap kondisi geografis daerah. “Rumah panggung adalah arsitektur tradisional yang relevan dengan kondisi pesisir. Dengan perbaikan struktur dan desain yang lebih kuat, rumah ini bisa menjadi solusi hunian aman dan berkelanjutan,” terangnya.
Sementara itu, anggota tim, Ir. Ika Kustiani, menambahkan bahwa manfaat revitalisasi rumah panggung tidak hanya berkaitan dengan ketahanan bencana, tetapi juga mencakup peningkatan kenyamanan penghuni. “Desain panggung membuat sirkulasi udara lebih baik, ruang bawah rumah bisa dimanfaatkan, dan penghuni terlindungi dari hewan liar serta risiko genangan air,” jelasnya.
Melalui program pendampingan ini, Pemerintah Desa Hanura berharap dapat menjadi contoh bagi desa-desa lain dalam mengembangkan hunian berbasis mitigasi bencana. Rebitalisasi rumah panggung diharapkan tidak hanya menjaga keselamatan warga, tetapi juga melestarikan nilai budaya arsitektur lokal yang ramah lingkungan dan berdaya tahan tinggi.
