
Pesawaran – Pemerintah Desa Pulau Raman, Kecamatan Muara Siau, Kabupaten Merangin, Provinsi Jambi, melaksanakan kunjungan studi tiru ke Desa Hanura, Kecamatan Teluk Pandan, Kabupaten Pesawaran, pada Kamis (15/8/2025). Rombongan dipimpin oleh Kepala Desa Pulau Raman, Mohd. Zamzani, S.Pd.I, didampingi Sekretaris Desa Kurniyati, S.Pd., M.Pd., Kaur Keuangan Armin, Kaur Umum Budi, Kasi Pemerintahan Darul Kutni, serta Kasi Kesra Taher, S.Pd.I. Kehadiran mereka disambut oleh Kepala Desa Hanura Rio Remota, S.P., Ketua TP PKK Dwi Senja Septiana Sari, S.H., Ketua BPD Shofyan Hardianto, serta unsur pemerintahan Desa Hanura.
Kegiatan dibuka dengan sesi perkenalan antara Pemerintah Desa Pulau Raman dan Pemerintah Desa Hanura. Kepala Desa Pulau Raman, Mohd. Zamzani, menyampaikan tujuan kunjungan ini sebagai langkah pembelajaran untuk memperkuat tata kelola pemerintahan desa. “Kami datang untuk belajar dari praktik baik yang telah diterapkan Desa Hanura, khususnya dalam pengelolaan administrasi dan pemberdayaan masyarakat,” ujarnya.
Acara dilanjutkan dengan sambutan resmi dari Kepala Desa Pulau Raman. Dalam sambutannya, ia menyampaikan apresiasi atas penyambutan yang diberikan Pemerintah Desa Hanura. “Kami berharap bisa dapat menerapkan pengalaman dari sini untuk bisa diterapkan di desa kami,” katanya. Setelah sambutan, Sekretaris Desa Hanura, Yudi Aprianto, memaparkan materi mengenai sistem administrasi desa, layanan publik, serta pengelolaan lembaga kemasyarakatan.
Dalam pemaparannya, Yudi Aprianto menekankan pentingnya pembagian tugas yang terstruktur dalam pemerintahan desa. “Kekuatan utama pemerintah desa adalah koordinasi. Ketika setiap perangkat memahami tugasnya, pelayanan kepada masyarakat dapat berjalan lebih cepat dan tepat,” jelasnya. Peserta studi tiru diberikan ruang untuk berdiskusi dan mempelajari alur kerja yang digunakan di Desa Hanura.
Sesi tanya jawab kemudian dipimpin langsung oleh Kepala Desa Hanura, Rio Remota. Pada kesempatan itu, ia menegaskan bahwa keterbukaan informasi dan kedisiplinan administrasi adalah fondasi utama pembangunan desa. “Kami selalu berupaya menjaga transparansi dan memastikan setiap kebijakan berdampak langsung kepada masyarakat,” ungkap Rio Remota. Para peserta dari Desa Pulau Raman aktif bertanya mengenai sistem digitalisasi layanan dan penguatan kapasitas lembaga desa.
Kegiatan ditutup dengan sesi foto bersama serta agenda berkeliling kantor Desa Hanura untuk melihat langsung fasilitas pelayanan publik, ruang kerja perangkat desa, hingga dokumentasi program-program pemberdayaan masyarakat. Melalui kunjungan studi tiru ini, kedua desa berharap dapat terus menjalin kerja sama dan berbagi pengalaman dalam meningkatkan kualitas pemerintahan desa.
