
Hanura, 29 Juli 2025 — Universitas Lampung (UNILA) melalui kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) melaksanakan sosialisasi ilmiah bertema “Edukasi dan Inovasi Produk Albumin Ikan Gabus sebagai Nutrisi Tambahan bagi Penderita Luka dan Pascaoperasi”, bertempat di Desa Hanura, Kecamatan Teluk Pandan, Kabupaten Pesawaran.
Kegiatan ini menghadirkan dua narasumber dari tim PKM UNILA, yaitu Dr. Rasmi Zakiah Oktarina, M.Farm dan Dr. Syaiful Bahri, M.Si. Acara tersebut turut dihadiri oleh Kepala Desa Hanura, Bapak Rio Remota; Ketua TP PKK Desa Hanura, Ibu Dwi Senja Septiana Sari, S.H.; Ketua BPD, Bapak Shofyan Hardiyanto; Ketua LPM, Bapak Agus Raharjo; staf Pemerintah Desa Hanura; serta perwakilan kader dan anggota PKK Desa Hanura.
.jpg)
Dalam sambutannya, Kepala Desa Hanura, Bapak Rio Remota menyampaikan apresiasinya atas kehadiran tim akademisi dari UNILA. “Kami sangat menyambut baik kehadiran tim pengabdian dari UNILA. Pengetahuan seperti ini sangat bermanfaat, terutama untuk masyarakat desa kami yang sering berhadapan dengan masalah kesehatan, seperti luka dan pemulihan pascaoperasi,” ujarnya.
.jpg)
Dr. Rasmi Zakiah Oktarina, M.Farm memaparkan bahwa berdasarkan hasil penelitian tim, ikan gabus terbukti memiliki kandungan albumin yang sangat tinggi dan efektif dalam membantu mempercepat proses penyembuhan luka. “Albumin berperan penting dalam memperbaiki jaringan tubuh yang rusak, terutama setelah operasi atau cedera. Konsumsi albumin dari sumber alami seperti ikan gabus sangat disarankan sebagai nutrisi tambahan,” jelasnya.

Lebih lanjut, Dr. Syaiful Bahri, M.S i menjelaskan proses ilmiah dalam mengekstraksi albumin dari ikan gabus. Ia memaparkan teknik sederhana namun efektif agar masyarakat dapat memanfaatkan potensi lokal ini secara mandiri untuk kebutuhan kesehatan keluarga. “Kami memberikan pelatihan dasar bagaimana mengekstrak albumin secara higienis dan benar, sehingga dapat dikonsumsi sebagai suplemen pendukung penyembuhan,” tambahnya.

Kegiatan berlangsung secara edukatif dan interaktif, disertai sesi tanya jawab, diskusi, hasil dari kegiatan ini dapat meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya pemanfaatan bahan pangan lokal berbasis ilmiah untuk menunjang kesehatan.
