Pesawaran – Universitas Lampung (Unila) melaksanakan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat Desa Binaan dengan tema “Peran Desa Dalam Membangun Desa Ramah Anak Untuk Mencapai Sustainable Development Goals (SDGs) di Desa Hanura” pada Kamis, 16 Juli 2026. Kegiatan yang berlangsung di Desa Hanura, Kecamatan Teluk Pandan, Kabupaten Pesawaran ini menjadi bagian dari upaya mendorong terciptanya lingkungan desa yang aman, nyaman, dan mendukung tumbuh kembang anak secara optimal.
Kegiatan pengabdian ini dihadiri oleh Kepala Desa Hanura beserta jajaran pemerintah desa, Ketua TP PKK Desa Hanura beserta anggota, perwakilan kader Posyandu, Ketua BPD, Ketua LPM, serta perwakilan mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Lampung yang turut berpartisipasi dalam mendukung pelaksanaan kegiatan.
Tim pengabdian dari Fakultas Hukum Universitas Lampung dipimpin oleh Ibu Candra Perbawati, S.H., M.H. selaku ketua pelaksana, didampingi oleh Ibu Khoririyah, S.H., M.H., Nabila Fristia Izzatu, S.H., M.H., serta tim pengabdian lainnya. Melalui kegiatan ini, para narasumber memberikan pemahaman mengenai pentingnya peran pemerintah desa, keluarga, dan masyarakat dalam mewujudkan desa yang ramah anak sebagai bagian dari pencapaian tujuan pembangunan berkelanjutan atau Sustainable Development Goals (SDGs).
Kegiatan diawali dengan sambutan dari Kepala Desa Hanura, Bapak Rio Remota, S.P., yang menyampaikan apresiasi kepada Universitas Lampung atas perhatian dan kontribusinya terhadap pembangunan sosial di Desa Hanura. Menurutnya, isu perlindungan anak dan pembangunan desa yang inklusif merupakan salah satu prioritas yang perlu mendapat perhatian bersama.
“Kami menyambut baik kegiatan ini karena memberikan wawasan dan pemahaman baru mengenai pentingnya membangun lingkungan desa yang ramah dan aman bagi anak-anak. Pemerintah Desa Hanura siap mendukung berbagai program yang berkaitan dengan perlindungan anak dan peningkatan kualitas hidup masyarakat,” ujar Rio Remota.
Selanjutnya, Ketua Tim Pengabdian, Ibu Candra Perbawati, S.H., M.H., menjelaskan bahwa desa memiliki peran strategis dalam menciptakan lingkungan yang mendukung tumbuh kembang anak melalui kebijakan, pelayanan dasar, serta partisipasi aktif masyarakat. Menurutnya, pembangunan desa ramah anak merupakan bagian penting dalam mendukung pencapaian target SDGs di tingkat desa.
“Mewujudkan desa ramah anak bukan hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, tetapi membutuhkan kolaborasi seluruh elemen masyarakat, mulai dari keluarga, sekolah, pemerintah desa, hingga organisasi masyarakat,” jelas Candra Perbawati.
Dalam sesi pemaparan materi, peserta mendapatkan berbagai informasi mengenai hak-hak anak, perlindungan anak dari kekerasan dan eksploitasi, pentingnya lingkungan yang aman dan sehat bagi anak, serta strategi desa dalam mengintegrasikan program ramah anak ke dalam perencanaan pembangunan desa.
Kegiatan berlangsung interaktif dengan adanya sesi diskusi dan tanya jawab antara narasumber dan peserta. Para peserta yang terdiri dari kader Posyandu, pengurus PKK, perangkat desa, hingga mahasiswa KKN aktif menyampaikan pandangan dan pengalaman terkait upaya perlindungan anak di lingkungan masyarakat.
Melalui kegiatan pengabdian ini, diharapkan Desa Hanura dapat semakin memperkuat komitmennya dalam mewujudkan desa yang ramah anak, inklusif, dan berkelanjutan, sejalan dengan tujuan pembangunan berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs) yang menjadi agenda pembangunan nasional maupun global.
